GP — Iran mengumumkan bahwa jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz dibuka sepenuhnya selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa seluruh kapal komersial diizinkan melintas selama periode tersebut.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” ujarnya melalui platform X, Jumat (17/4).
Araghchi menambahkan, kapal-kapal yang melintas wajib mengikuti “rute terkoordinasi” yang telah ditetapkan oleh otoritas maritim Iran.
Sebelumnya, Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada Kamis pukul 17.00 waktu setempat.
Iran sempat menutup Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel, menyusul serangan intensif yang terjadi sejak akhir Februari lalu.
Penutupan jalur strategis tersebut memicu kekhawatiran global terkait potensi krisis bahan bakar minyak serta lonjakan harga energi.
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat turut memblokade kapal-kapal Iran, menyusul kegagalan perundingan antara kedua negara.
Upaya diplomasi sebelumnya telah dilakukan di Islamabad, Pakistan, namun berakhir tanpa kesepakatan. Amerika Serikat mendesak Iran untuk menghentikan program nuklirnya, sementara Teheran menolak dan menyoroti serangan Israel ke Lebanon.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut positif keputusan Iran tersebut.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyampaikan terima kasih atas dibukanya kembali jalur strategis itu.
“Iran baru saja mengumumkan Selat Iran telah sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilewati sepenuhnya. Terima kasih!” tulis Trump dalam unggahannya.(red)











